11. Alat Detektor Asap
Alat Pendeteksi Asap via tavfelugyelet1.blog.hu
Detektor asap dengan tabung ion (Ionization Chamber Smoke Detectors/
ICSD) menggunakan radiasi ion dalam jumlah kecil untuk mendeteksi asap.
Kerena mengandung radioaktif, alat ini termasuk ke dalam material
berbahaya. Jadi kita harus membuang limbahnya dengan ekstra hati-hati.
Keluarkan baterainya terlebih dulu, lalu kirimkan kembali melalui
jalur darat kepada produsennya. Biasanya mereka akan menerima permintaan
daur ulang. Tetapi jika tidak, kita bisa memberikan kepada pusat
pengelolaan limbah berbahaya.
Sebenarnya detektor asap ada juga yang nggak berbahaya, yakni
detektor asap fotoelektrik yang hanya menggunakan foto dan cahaya untuk
mendeteksi asap. Walau begitu kita juga harus membuang limbahnya ke
tempat penampungan sampah elektronik.
12. Termometer Merkuri
Termometer merkuri via www.earth911.com
Lihat termometer yang ada di rumahmu. Apakah termometermu itu masih
yang jadul dan memakai merkuri? Kalau iya, segera ganti dengan
termometer elektrik yang banyak dijual di pasaran. Termometer merkuri
rata-rata mengandung 500 mg merkuri yang berbahaya bagi kesehatan
Merkuri bersifat neurotoksin (merusak syaraf), yang berbahaya
terutama bagi janin dan anak kecil. Kalau ingin membuangnya, berikan
termometer ini kepada pusat pengelolaan limbah berbahaya.
13. Sampah plastik
Sampah Plastik via hqwallbase.com
Kita semua pasti udah tahu kan gimana bahayanya sampah plastik bagi
kehidupan makhluk bumi? Sampah-sampah plastik ini butuh waktu ratusan
tahun sendiri untuk terurai. Meskipun sekarang sudah gencara kampanye
larangan penggunaan sampah plastik, tapi tetap saja masih banyak yang
nggak peduli. Kurangi penggunaan kantong plastik; gantilah dengan
kantong kain yang bisa kita pakai berkali-kali.
14. Cairan pembersih
Cairan pembersih via web.vtc.edu
Duh, jangan sekali-kali membuang botol-botol bekas cairan pembersih
rumah tangga sembarangan! Cairan pembersih rumah tangga ini juga
mengandung banyak sekali bahan kimia yang berbahaya. Cairan kimia ini
juga bisa membuat pipa-pipa saluran pembuangan air terkorosi. Cairan ini
juga ada yang mudah terbakar, oleh karena itu jangan menyisakannya
ketika hendak membuangnya. Buanglah tempat sampah ini ke tempat-tempat
pengelolaan sampah berbahaya.
15. Kosmetik
Sampah kosmetik via www.gruenderszene.de
Beberapa kosmetik masih mengandung bahan kimia berbahaya seperti
merkuri. Dan parahnya lagi, bahan-bahan kimia itu tidak bisa
terurai hanya dengan air. Akibatnya, kosmetik yang dibuang sembarangan
bisa mengkontaminasi air tanah.
Wadah kosmetik yang kosong pun juga nggak bisa dibuang begitu aja.
Kita mesti membawanya ke tempat-tempat yang bisa mendaur ulangnya.
Beberapa perusahaan kosmetik besar seperti Aveda, MAC, dan Khiel’s
menyediakan program untuk mendaur ulang sisa-sisa kosmetik yang tidak
terpakai, dan mereka mau bertanggung jawab untuk mendaurulangnya dengan
cara yang aman. Cek apakah merk kosmetik yang kamu pakai menawarkan
fasilitas yang sama, ya.
16. Ban
Ban bekas via www.ci.berkeley.ca.us
Ban-ban bekas sepeda motor atau mobil nggak bisa kita buang
sembarangan ke tempat sampah atau pinggir jalan. Beberapa bahan yang
terkandung di dalamnya bisa mencemari tanah. Sebaiknya berikan ban
bekasmu ke tempat seperti bengkel kendaraan. Paling tidak dengan ini
benda-benda itu ada yang memanfaatkan.
17. Alat Pendingin
Sampah AC, Kulkas dan freezer via www.centralhudson.com
Alat-alat pendingin rumah tangga seperti kulkas, AC, dan freezer
mengandung refrigeran atau freon, isolasi busa, dan zat-zat kimia
berbahaya yang bisa merusak lingkungan. Freon juga bisa
menipiskan lapisan ozon bumi, sehingga pastikan benda pendingin yang
kamu beli di masa depan tidak mengandung zat ini.
Jika ingin membuang barang-barang di atas, bawalah dulu ke tempat reparasi untuk memastikan tidak adanya kebocoran di dalamnya.
18. Petasan yang belum meledak
Petasan via www.allsparkfireworks.com
Kalau kamu beli petasan yang melempem alias nggak bisa meledak,
jangan buru-buru membuangnya ke tempat sampah. Barang ini memiliki
kandungan zat yang bisa merusak lingkungan. Lagipula, petasan itu bisa
sewaktu-waktu meledak jika terpapar panas matahari. Sebelum membuangnya,
rendam petasanmu dalam air semalam penuh. Setelah itu bungkus
menggunakan kertas, baru deh buang ke tempat sampah.
19. Lem dan bahan perekat
Keringkan dulu sebelum membuangnya via 1.bp.blogspot.com
Lem dan bahan perekat lainnya mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
Jangan membuangnya begitu aja, terlebih lagi ketika masih dalam keadaan
cair. Ini bisa saja mencemari lingkungan dan membahayakan makhluk hidup
lainnya. Sebelum membuangnya ke tong sampah, keringkan isinya terlebih
dahulu. Barulah setelah itu kita boleh membuangnya ke tempat sampah.
20. Oli kendaraan bermotor
oli kendaraan bermotor via millerswatershed.org
Jangan membuang oli kendaraan bermotor dengan ke tanah atau saluran
pembuangan, karena oli bisa mengganggu proses daur ulang air. Satu galon
oli itu bisa merusak 1 juta galon air bersih! Selain itu, oli-oli ini
akan berkumpul di sungai atau laut dan merusak habitat makhluk hidup di
dalamnya.
Cara terbaik untuk membuang limbah oli adalah dengan menempatkannya
ke dalam botol, menutup botol itu rapat-rapat lalu memberikannya ke
tempat-tempat yang bersedia menerima oli bekas untuk didaur ulang,
seperti bengkel atau tempat penjualan aksesoris motor.
Ternyata masih banyak banget sampah-sampah yang berbahaya dan
mengancam keselamatan makhluk hidup dan bumi ini. Hal ini mengingatkan
kita untuk lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. Mulai
sekarang, kita harus membiasakan untuk memisahkan sampah-sampah kita.
Jangan cuma mau pakai doang terus buang. Udah saatnya kita jadi insan
yang lebih bertanggung jawab!
sumber hipwee
No comments:
Post a Comment