Showing posts with label motivasi diri. Show all posts
Showing posts with label motivasi diri. Show all posts

Tuesday, 28 May 2019

Prinsip Tiga Hati

Hasil gambar untuk three love

Dalam budaya Timur, khususnya dari Tiongkok, ada prinsip khusus agar hasil pekerjaan kita luar biasa. Caranya, harus bekerja memakai 3 HATI / 三心 :
有心 you xin
用心 yong xin
尽心 jin xin
1. Dimulai dengan 有心 (you xin: Punya Hati), artinya punya Minat / Niat terhadap pekerjaan itu.
2. Kemudian dikerjakan dengan 用心 (yong xin: Menggunakan Hati), artinya dikerjakan dengan hati, semua perhatian, waktu dan perasaannya dicurahkan ke pekerjaan itu.
3. Terakhir dituntaskan dengan 尽心 (jin xin: Seluruh Hati), artinya semua yang kita miliki, seperti bakat, potensi diri dan lainnya, bila perlu dipertaruhkan demi kesuksesan pekerjaan yang sedang kita geluti dan perjuangkan.
sumber andriewongso

Monday, 25 September 2017

15 Filosofi Orang Tionghoa yang Bisa Membantumu Jadi Orang Sukses

Warga Tionghoa di Indonesia memang tak bisa dipungkiri lagi menjadi salah satu tolak ukur dalam bidang wirausaha. Secara sederhana, kita sudah stereotip kalau pada akhirnya warga Tionghoa yang muda akan berwirausaha kelak.
Namun, melihat kondisi saat ini, stereotip tersebut tidaklah salah. Maka, tak ada salahnya kita mengenal filosofi-filosofi orang Tionghoa yang bisa saja memberikan kita jalan menuju kesuksesan.

1. Hormati dan hargai orang tuamu, karena merekalah yang terus mencintaimu tanpa henti

Ya, sampai kapanpun orang tua akan menjadi pondasi utama kita dalam meraih kesuksesan. Merekalah yang dari dulu memenuhi segala kebutuhan kita. Mereka jugalah yang akan selalu mendukung kala kita mengalami masalah.

2. Sukses berawal dari kerja keras, hemat dan pandai mengatur keuangan

Tak bisa dipungkiri kalau usaha keras kita akan membuahkan hasil yang baik untuk kita pula. Namun, semua itu harus kita barengi dengan hidup yang sederhana. Jangan berfoya-foya, terlebih jika kita belum berkecukupan. Hiduplah dengan hemat dan cerdas mengatur keuangan. Kamu yang ingin memulai wirausaha pun pandai mengatur perputaran uang, seperti keseimbangan pemasukan dan pengeluaran.

3. Jangan mudah takut dan jangan pernah sesali keputusan yang telah dibuat

Mengapa? Orang Tionghoa percaya kalau keberanian mengambil keputusan dan kesempatan yang ada akan berujung pada kesuksesan. Kita seakan-akan tak takut untuk mengalami segala macam kerugian maupun risiko. Meskipun semua berdasarkan keputusan kita sendiri yang juga pada akhirnya tak boleh kita sesali. Intinya adalah apapun yang kita lakukan akan membuahkan hasil, baik itu positif maupun negatif. Jalani saja.

4. Semakin besar masalah yang kita dapat, semakin besar pula semangat dan keyakinan kita pada usaha kita

Setiap orang akan mengalami masalah. Namun, masalah yang menerjang selama hidup tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah. Justru merupakan bantu loncatan bagi kita untuk memperbaiki dan membuat usaha kita lebih baik lagi.

5. Jangan takut untuk terus mencoba

Jangan pantang menyerah. Rugi merupakan musuh utama, tapi juga bisa jadi batu loncatan kita untuk menemukan hal yang tepat. Hal tersebut tersebut terjadi juga agar kita bisa belajar dari kesalahan.

6. Jangan sombong, ingat hidup seperti roda yang berputar

Terkadang kita akan berada di posisi nyaman, tapi ada kalanya kita akan terjun ke masalah dan kesusahan. Maka dari itu, kesombongan atau keangkuhan bukanlah sifat yang tepat untuk menjalani hidup.

7. Pastikan bahwa semua hal yang kamu kerjakan benar-benar tuntas

Dengan kata lain dalam mengerjakan sesuatu, pastikan semuanya beres. Istilahnya, ada awal dan akhir yang jelas. Jadi kerjakan seluruh hal dengan sepenuh hati.

8. Lakukan apa yang membuatmu bahagia

Jangan memaksakan diri pada hal yang tidak kamu suka jika pada akhirnya kamu akan mengundurkan diri. Lebih baik kerjakan apapu sesuai kesukaan dan kemahiranmu.

9. Kesempatan dan waktu tidak akan terulang dua kali

Maka dari itu, setiap kesempatan yang ada di depan harus kamu ambil. Kembali lagi ke filosofi sebelumnya, bahwa jangan pernah takut. Pada akhirnya, kesempatan ini tidak akan terulang lagi untuk kita raih.

10. Jangan serakah

Karena pada akhirnya kamu tidak akan mendapatkan segala hal yang kamu inginkan. Maka, kamu harus sadar kalau tidak selama keinginanmu akan terpenuhi. Jangan serakah dengan terus menerus mencari hartamu dengan cara apapun.

11. Bila kamu menggunakan cara apapun, baik atau buruk, akan ada karma yang kamu terima

Karma baik maupun buruk akan kamu dapatkan setelah perbuatanmu. Jangan terbuta oleh harta dan jalan mudah yang ditawarkan orang lain. Kamu harus paham kalau segala hal ada konsekuensinya.

12. Kejujuran terkadang pahit, tapi itu jalan terbaik

Ya, bersikap jujur akan membawamu ke arah yang baik. Memang terkadang, ketika berkutat dengan kejujuran, akan ada yang terluka, akan ada yang tersinggung. Namun, memang itulah jalan keluar satu-satunya untuk mendapat karma baik.

13. Semakin bertambah usia, semakin dewasa dan bijak kita berpikir

Bukan saja dalam berpikir, tapi juga dalam bertindak. Kita tidak boleh lagi gegabah, harus bisa membaca situasi, selain itu mengandalkan otak dan logika dalam mengambil keputusan.

14. Kembangkan kemampuanmu, perbaiki kesalahanmu

Setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, keduanya haruslah seimbang. Bilang kamu punya kemampuan akan suatu bidang, jangan sungkan-sungkan untuk kamu kembangkan. Hal sama berlaku pada kesalahanmu, perbaikilah karena orang-orang lebih senang melihat niatmu untuk membuat kebaikan.

15. Ketika sudah mencapai tahap awal kesuksesan, jangan lupa untuk menginspirasi orang lain

Jangan sungkan-sungkan berbagi ilmu. Tak ada salahnya memberikan jalan kesuksesan untuk orang lain pula. Pahala di mata Tuhan lebih besar daripada rezeki yang ada di dunia.

sumber IDN TIMES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


11 Filosofi Orang Jawa yang Bikin Hidup Lebih Bahagia

Setiap manusia, pasti punya falsafah masing-masing. Falsafah atau filosofi dipegang teguh dalam perjalanan hidup. Indonesia punya banyak sekali falsafah baik dan unik. Salah satunya adalah falsafah orang Jawa.
Falsafah Jawa memang terkenal dalam dan penuh makna. Nah, kalau kamu salah satu orang Jawa, kamu pasti merasakan betapa manfaatnya falsafah ini terhadap hidupmu.

1. Alon-alon waton kelakon

Artinya pelan-pelan asal selamat. Kedengarannya simpel ya tetapi sebenarnya filosofi ini memiliki makna yang mendalam. Disini kita diajak untuk selalu berhati-hati, ulet, waspada, dan berusaha dalam menjalani hidup.

2. Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman

Artinya kita jangan mudah heran, mudah menyesal, mudah terkejut, dan manja. Filosofi ini mengajarkan kita untuk menjadi orang yang dapat menerima semua keadaan. Sehingga kita tidak akan membuat masalah buat diri kita dan diri orang lain.

3. Sapa nandur, bakalan ngunduh

Ini soal karma. Bagi siapa yang mengumpulkan kebaikan maka suatu saat akan mendapatkan hasilnya. Orang yang banyak membantu orang lain, dia akan mendapatkan karma yang baik suatu hari nanti. Kita diajarkan untuk berlomba menanam kebaikan dimanapun kita berada. Ini juga bermakna kerja keras kita yang akan berhasil kelak.

4. Nerima ing pandum

Filosofi tersebut artinya menerima segala pemberian. Kita sebaiknya bisa ikhlas dalam menghadapi segala hal yang terjadi didalam hidup kita. Hal ini ditunjukkan khususnya agar kita tidak menjadi orang yang serakah dan menginginkan hak milik orang lain.

5. Urip iku urup

Hidup itu harus menyala. Jika mengikuti filosofi ini, kita diajak untuk membuat hidup kita menyala dengan membantu orang-orang disekitar kita. Intinya kita harus bisa memberi manfaat baik itu hal kecil maupun hal yang besar.

6. Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka

Jangan merasa paling pintar biar kita tidak mau salah arah dan jangan suka mencurangi biar kita tidak mau celaka. Jadi ingat koruptor sama orang yang mencuri ya. Mereka paling pintar dan salah arah, mereka juga mencurangi banyak orang, makanya jadi celaka. Kita harus bisa selalu rendah hati ya...

7. Sak bejo-bejone wong kang lali isih bejo wong kang eling lan waspodo

Filosofi ini didapat dari kitab Ronggo Warsita pujangga dari tanah Jawa. Arti dari filosofi tersebut adalah orang yang paling beruntung itu orang yang selalu ingat kepada yang Kuasa dan berhati-hati dalam menjalani hidup. Dalam ya guys maknanya.

8. Ngunduh wohing pakarti

Semua orang akan mendapatkan akibat dari segala perilakunya sendiri. Jadi, kita tidak perlu menyalahkan dan mencari kesalahan orang lain karena bisa saja itu adalah akibat dari apa yang kita lakukan sendiri. Jadi, kita harus ingat untuk berhati-hati dalam betindak.

9. Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha

Menyerbu tanpa bala tentara, menang tanpa merendahkan, kesaktian tanpa ajian, kekayaan tanpa kemewahan merupakan arti dari filosofi ini. Makna dari kata-kata tersebut adalah kita sebaiknya menjadi pemberani meski berjuang sendirian dan selalu menjaga wibawa serta selalu bersyukur.

10. Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana

Arti dari filosofi ini adalah kehormatan diri berasal dari lisan dan kehormatan raga berasal dari pakaian. Bagi orang Jawa cara berpakaian itu menentukan kehormatan raga dan cara berbicara menunjukkan kehormatan diri seseorang. Penampilan dan ucapan kita mempengaruhi bagaimana orang bereaksi dan menghargai kita.

11. Becik kethitik ala ketara 

Nah filosofi yang satu ini artinya kebaikan akan terlihat dan kejahatan juga akan nampak. Semua perbuatan akan nampak tidak peduli itu baik maupun buruk. Ini adalah ajaran untuk kita agar memperbanyak perbuatan yang baik. Jika berbuat buruk dan disembunyikan, maka suatu saat perbuatan itu juga akan terbongkar.

sumber IDNTIMES

Filosofi-filosofi di atas merupakan petuah dan ajaran dari leluhur dan banyak yang sudah terlupakan. Ada baiknya kita sebagai generasi muda memilih dan mengambil pelajaran yang dapat kita petik dari makna filosofi-filosofi tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sunday, 30 April 2017

Mengubah Pola Pikir Negatif Menjadi Positif

Image result for pola pikir
Mengubah pola pikir sering kali menjadi jalan terbaik untuk meraih hal yang lebih baik dalam kehidupan. Apa saja yang harus kita lakukan untuk memperbaiki pola pikir yang negatif menjadi positif?
Pola pikir atau mindset kita adalah apa yang kita pikirkan, kemudian yang menggerakkan kita untuk melakukan sebuah tindakan tertentu, dan biasanya terbentuk karena kebiasaan kita dari lingkungan.
Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita tidak akan berhasil ketika pikiran kita di kepala dipenuhi dengan keyakinan bahwa kita tidak akan berhasil. Seperti ungkapan Henry Ford, “Jika kamu berpikir kamu bisa melakukan sesuatu atau kamu tidak bisa melakukan sesuatu, kamu sepenuhnya benar.” Ford—pengusaha otomotif legendaris—ini menyebutkan bahwa kepercayaan kita terhadap diri sendiri adalah sebuah “kebenaran” yang akan jadi kenyataan. Maka, kita sendirilah yang bertanggung jawab terhadap apa yang kita pikirkan.
Ketika kita tidak melihat peluang sama sekali, orang lain atau teman kita bisa jadi justru melihat banyak peluang di tempat kita merasa tidak mungkin melakukannya. Ketika kita beranggapan bahwa tempat tinggal yang kita tempati buruk, tetangga kita yang lain justru beranggapan bahwa tempat tinggalnya memiliki tempat terindah yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan. Ketika kita merasa bahwa kita gagal justru orang lain akan menganggap bahwa mereka akan berhasil.
Mindset negatif kita hadir bisa jadi karena faktor genetika. Orangtua kita memiliki pola pikir yang sama, negatif, dan kita terpengaruh karena hidup dalam lingkungan yang sama dengan mereka. Otomatis segala persepsi mereka akan menjadi persepsi kita. Begitu pula sebaliknya. Didikan orangtua yang selalu dipenuhi dengan optimisme dan pola pikir positif, akan menjadikan sang anak sebagai pribadi yang berpola pikir positif.
Mindset kita tergantung apa yang menjadi citra diri kita. Citra diri yang negatif akan membuat kita hanya akan berpikir negatif, sedang citra diri yang positif akan membuat kita akan hidup dengan pikiran positif kita. You don’t think what you are, you are what you think.
Mindset juga dipengaruhi oleh pengalaman hidup. Pengalaman hidup membuat kita yakin akan sesuatu hal. Jika di tempat gelap pengalaman hidup mengajarkan akan terjadi sebuah kejahatan, maka otomatis kita akan selalu takut berada di tempat gelap karena yakin akan terjadi kejahatan kepada kita.
Mindset juga dipengaruhi oleh sikap dan pilihan tentang pengalaman hidup itu. Apakah semua pengalaman buruk akan kita terapkan dalam hidup kita atau kita menyaringnya menjadi saripati kebijaksanaan yang lebih berharga untuk pengalaman kita selanjutnya.
Tips Untuk Anda!
Lalu apa yang harus kita lakukan agar semua mindset buruk kita bisa berubah menjadi sebuah kenyataan yang baik? Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan sejumlah perubahan untuk hidup yang lebih baik.
~ Gunakan Imajinasi
Jika mindset kita selama ini adalah mindset yang negatif cobalah untuk menggunakan imajinasi. Pikirkan sesuatu hal yang tidak biasa kita pikirkan. Bisa jadi luar pikiran normal kita selama ini. Belajar dari hal yang sederhana. Aktifkan memori positif kita. Misal, ketika kita melihat sebuah gambar seorang anak di pinggir jalan sedang meminta-minta, aktifkan pikiran kita. Gunakan imajinasi tentang kehidupan anak itu. Sesuatu hal yang melatar belakangi anak itu hingga harus duduk menjadi seorang peminta-minta. Jika cara seperti ini terus dilakukan, maka banyak hal yang bisa kita dapatkan selain mindset positif. Yaitu simpati dan empati pun akan ikut datang memenuhi karakter kita.
~ Gunakan Hati
Untuk ini, kita tentu harus menghadapi langsung objek yang akan membuka cakrawala berpikir positif kita. Andai kita belum mampu mendekati objek seorang anak peminta-minta, kita bisa mendekati diri dengan objek yang lebih mudah. Misalnya, binatang peliharaan atau tumbuhan.
Memelihara tumbuhan mengajarkan kita untuk mengubah mindset negatif menjadi positif. Semisal, tumbuhan bunga kita tidak berkembang seperti tumbuhan tetangga lain, maka mindset positif kita akan membuat kita mencari tahu kenapa hal itu terjadi. Jika bukan karena pupuknya yang sudah kita pilih sebagai yang terbaik, bisa jadi karena pemeliharaan kita yang tidak sepenuh hati. Jangan menyalahkan tumbuhan tersebut yang tidak berkembang sesuai dengan keinginan kita, tapi salahkan diri kita. Dengan begitu kita belajar untuk tidak menunjukkan kesalahan pada orang lain tapi intropeksi pada diri kita sendiri.
~ Gunakan Keyakinan
Mengubah pola pikir atau mindset yang sudah tertanam sejak lama dan tidak kita sadari memang bukan hal yang mudah. Tapi tentu saja bukan hal yang sulit jika kita menggunakan keyakinan bahwa kita bisa.
Untuk menggunakan keyakinan itu yang harus kita lakukan tentu saja menyadari bahwa kita bisa berubah ke arah yang lebih baik. Keyakinan itu juga harus disertai dengan kesungguhan berubah dalam tindakan nyata. Lalu membuat penilaian efek dari perubahan itu pada orang-orang terdekat kita. Terus-menerus yakin tapi tidak ditindaklanjuti dengan tindakan hanya akan membuat apa yang ada di dalam pikiran itu sia-sia belaka.
~ Gunakan Teman
Menggunakan teman di sini dalam artian menggunakan pengaruh positifnya agar kita ikut terbawa positif. Akrabi teman yang menurut kita positif dan jadikan teman dekat. Gunakan tekad bahwa kita akan menjadi diri kita yang baru dengan mengikuti apa yang ia jalani.
Tentu saja interaksi dengan teman tersebut harus interaksi yang intensif sehingga kita tergerak untuk mengikuti langkah-langkah positifnya. Dengan begitu, pelan tapi pasti pola pikir kita yang negatif akan berubah menjadi positif. Dan mindset itu membuat diri kita, menjadi pribadi yang memandang segala hal dengan kaca mata positif, lalu menjadi suatu gerak efektif yang membuat kita berubah menjadi pribadi yang positif.
sumber andriewongso

Saturday, 25 March 2017

Kasih Ibu

 Image result for Ibu
Bisa saya melihat bayi saya?" Pinta ibu yang baru melahirkan anaknya, saat bayi diberikan kepadanya. Sesuatu yang mengagetkan terjadi, bayi dalam gendongan itu dilahirkan tanpa kedua belah daun telinga! Meski begitu si ibu tetap menimang sayang bayinya.
Waktu membuktikan, meski terlihat aneh dan buruk, pendengaran anak itu bekerja dengan sempurna dan dengan kasih sayang dan dorongan semangat orang tuanya, ia menjadi pemuda tampan yang cerdas, serta pandai bergaul sehingga disukai teman-temannya. Ia juga mengembangkan bakat di bidang musik sehingga tumbuh menjadi remaja pria yang disegani.
Suatu hari ayah lelaki itu bertemu dengan seorang dokter bedah hebat. "Saya bisa memindahkan sepasang daun telinga untuk putra bapak, tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan daun telinganya," kata sang dokter. Maka orangtua lelaki itu mulai mencari, siapa yang mau mendonorkan daun telinganya kepada anak mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu, tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu, "Nak, seseorang yang tidak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan daun telingannya kepadamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk operasi, namun semua ini sangatlah rahasia," kata si ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Wajahnya yang tampan, ditambah kini sudah punya daun telinga, membuat ia terlihat menawan. Ditambah bakat musiknya, dia makin disegani dan mampu meraih menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Kecerdasannya kemudian membuat ia diterima bekerja sebagai diplomat. Singkat kata, ia sangat ingin berterimakasih kepada orang yang mendonorkan daun telinga.
"Aku harus mengetahui, siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua kepadaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya," kata si anak, pada ayahnya.
"Ayah yakin kau tidak bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan daun telinga itu." Setelah terdiam sesaat, ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."
Tahun berganti rahasia tetap tersimpan rapi, hingga suatu hari sesuatu yang menyedihkan bagi keluarga itu terjadi. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan ayah membelai rambut ibu yang terbujur kaku lalu menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak terjadi. Ternyata si ibu tidak memiliki daun telinga.
"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya dan tak seorangpun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya kan?"
Melihat kenyataan bahwa daun telinga ibunya yang didonorkan, meledaklah tangis si anak. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunyalah yang membuat ia bisa seperti saat ini.
"Cinta sejati" tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan tapi tidak diketahui. Kisah pengorbanan ibu dalam cerita di atas adalah wujud cinta sejati yang tidak bisa dinilai dan digantikan dengan apapun, atau sebuah cinta murni yang tak mengharap balasan apa pun.
Karena itu, kita, sebagai anak, jangan pernah melupakan jasa ibu. Melalui dialah, kita ada. Apapun yang kita lakukan, pastilah tak sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan, mendidik, dan merawat kita menjadi seperti sekarang ini.
Mari jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus diberikan penghormatan. Sebab dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada ibu, kita akan menemukan cinta penuh ketulusan dan keikhlasan, yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan.
sumber Andrie Wongso

Saturday, 13 August 2016

Tak Ada Sukses Tanpa Melewati Proses


"Tumpukan keberhasilan, sudah pasti didasari dengan fondasi pembelajaran/evaluasi kegagalan demi kegagalan."
Banyak orang ingin sukses secara instan. Tak sedikit yang menghalalkan segala cara untuk mencapai sukses yang didamba. Apa akibatnya? Sukses yang didapat tidak cukup kokoh saat menghadapi terjangan badai kehidupan.
Padahal, tak ada sukses yang bisa dibangun dalam sekejap. Sejatinya, semua pasti berproses. Layaknya manusia yang terlahir tak bisa langsung jalan. Dan, saat bisa jalan, tak bisa pula langsung berlari. Semua yang terjadi di alam ini tak terjadi dalam sehari dua hari saja. Semua perlu waktu.
Pada beberapa kasus, meski hasil yang didapat sepertinya secepat kilat, pasti di balik itu ada persiapan, proses, dan perjuangan berat yang barangkali tidak kita ketahui. Seperti kisah para miliarder muda dari usaha dunia maya, mereka pun tak sehari dua hari membangun bisnisnya.
Seperti juga pepatah Barat yang menyebut: "Rome was not built in one day", Romawi tidak dibangun hanya dalam sehari. Kejayaan bangsa Romawi yang begitu kuat pada zamannya itu pun mengalami proses panjang, sehingga mereka menjadi legenda pada zaman dahulu kala.
Mari tanamkan dalam pikiran kita... selalu ada yang harus diperjuangkan dalam kehidupan kita. Pahami bahwa setiap perjalanan panjang, pasti dimulai dari langkah kecil. Dan, setiap ujian kehidupan, adalah “vitamin” yang menguatkan proses perjuangan. Dengan pengertian tersebut, kita akan mampu menikmati setiap proses untuk meraih kesuksesan yang hakiki.
sumber andriewongso

Saturday, 23 January 2016

Menjadi Manusia yang Cerdas Hidup

Kecerdasan adalah bekal paling dasar yang diberikan kepada manusia untuk hidup. Sayang, banyak yang tak mengelolanya dengan baik. Dengan cerdas hidup, kita bukan hanya memahami hidup, tapi juga menjadikannya sebagai mentalitas yang membuat kita kaya dalam arti sesungguhnya.

Thursday, 21 January 2016

Ketahui Batasan Diri

Tidak semua hal bisa kita lakukan sendiri—sebab kita tercipta sebagai makhluk sosial, yakni makhluk yang saling melengkapi satu sama lain. Dan ada baiknya juga, kita tidak terlalu memaksakan sesuatu yang memang belum saatnya kita dapatkan.

Thursday, 14 January 2016

Apakah Anda Berpotensi Menjadi Pemimpin?

Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi untuk menjadi seorang pemimpin, hanya saja terkadang tanda-tanda potensi tersebut sama sekali tidak disadari. Pernahkah Anda berpikir untuk mengambil sebuah kesempatan promosi misalnya, tapi merasa ragu akan kemampuan diri sendiri? Berikut ini adalah beberapa tanda bahwa Anda seorang pemimpin yang baik (tapi Anda mungkin tidak menyadarinya):

Monday, 4 January 2016

Kisah Burung dan Jangkrik

Alkisah, seekor jangkrik muda keluar dari liang rumahnya di tengah hutan. Ia mendengar nyanyian yang merdu. Maka ia pun segera mencari sumber suara tersebut. Lalu dilihatnya seekor burung sedang berkicau di atas dahan pohon.

Friday, 25 December 2015

Karakter Yang Membawa Kebaikan

Karakter bukan sekadar berhubungan dengan sikap dan sifat. Dengan karakter yang baik, banyak hal yang bisa kita maksimalkan.

Saturday, 7 November 2015

Belajar dari Pemecah Rekor Dunia

Banyak inspirasi yang diberikan para peraih medali di ajang olahraga dunia sekelas Olimpiade. Di antaranya adalah dari para pemecah rekor. Sebagian menyebutkan kesuksesannya itu karena teknis, sebagian lain karena kekuatan psikologis.

Setiap pencetak rekor memiliki kisah perjuangan yang khas sebelum meraih prestasinya itu. Banyak di antaranya yang bisa dipelajari sebagai motivasi untuk meraih prestasi tertinggi baik di dunia olahraga maupun kehidupan lainnya. Sebelum mendapatkan segudang inspirasi lagi dari para juara di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016, mari simak apa yang dilakukan para peraih rekor di Olimpiade terakhir—London 2012 lalu:

Monday, 2 November 2015

Fokus dan Jeli Untuk mendapatkan Hasil Luar Biasa

Kali ini, saya ingin mengambil sedikit pembelajaran dari seekor ular dalam kesehariannya, terutama kala mencari mangsa. Coba perhatikan di siaran televisi atau gambaran film, bagaimana seekor ular saat membidik mangsa. Tubuhnya pelan beringsut, seolah tak ingin terdengar oleh siapa pun, sehingga mangsa yang diburu pun tak merasakan ancaman. Namun, di tengah gerakannya yang pelan itu, matanya tak pernah lepas dari sang buruan. Tajam menatap, seolah-olah di sekitar lingkungan ia berada hanya dirinya dan si buruan. Fokus. Jeli.

Tuesday, 13 October 2015

Pintar atau Bodoh

Sony Wakwaw, seorang anak kecil yang dari penampilan fisik dan pikirannya kelihatan kurang, namun belakangan ini menjadi inspirasi banyak orang. Bicaranya tidak selancar anak seusianya. Orangtuanya pernah putus asa dengannya, hingga akhirnya nasib baik berpihak padanya dan membuatnya menjadi bintang sinetron komedi.

Tuesday, 22 September 2015

Belajar dari Bibit Mangga

Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.

"Wah, mangganya harum dan manis sekali Nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya," ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.

Manajemen Gaji dan Manajemen Diri

 
Jika tak bijak mengelola gaji, bukannya mendapat kemudahan hidup, kita justru bisa terbebani. Karena itu, manajemen gaji harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, sehingga manajemen diri untuk meningkatkan karier pun bisa dilakukan bersamaan.

Suatu kali, sebuah pesan pendek (SMS) masuk. Isinya cukup menggelitik. Intinya, SMS itu berbunyi: “Jangan jadi karyawan dengan gaji sepuluh koma. Bukan punya gaji sepuluh koma sekian juta, tapi setiap tanggal sepuluh, keuangan sudah koma…” Lucu, tapi inilah ironi yang sering dihadapi masyarakat kita.

Saturday, 5 September 2015

Beda Komitmen dan Minat

Kalau ada sebuah kata atau istilah yang paling sering digunakan orang, tetapi sebenarnya telah banyak sekali mengalami kemerosotan makna, maka kata itu adalah KOMITMEN. Coba perhatikan, berapa banyak komitmen yang telah diikrarkan oleh sepasang kekasih, mitra bisnis, anak buah terhadap atasan dan sebaliknya, para orangtua terhadap anak atau sebaliknya, para wakil rakyat terhadap konstituennya, serta pemerintah kepada rakyatnya, yang seolah hilang lenyap begitu saja ketika situasi mulai berubah? Meski mungkin saja terdapat sejumlah alasan yang benar-benar masuk akal, yang membuat komitmen mereka tidak terpenuhi. Akan tetapi apa pun alasannya, terlepas seberapa benar atau nyatanya alasan tersebut, ikrar yang seperti itu bukanlah sebuah komitmen.

Saturday, 29 August 2015

Pantang Menyerah


Berjuang sampai titik darah penghabisan bukan omong kosong semata. Keyakinan dalam dirilah yang akan menguatkan kita mencapai sukses yang sebenarnya.

Kata-kata pantang menyerah sepertinya mudah diucapkan. Namun, pada kenyataannya, banyak yang memilih untuk menyerah karena merasa memang sudah berjuang maksimal dan belum memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Padahal, banyak teori sukses telah dibaca, direnungkan, diresapi, dan dipraktikkan. Tak jarang, bahkan jungkir balik menjalankan segala macam usaha dan aneka daya telah dimaksimalkan. Begini sudah, begitu sudah. Lantas, apalagi yang harus dilakukan sehingga kita tidak menyerah kalah?

Saturday, 1 August 2015

Mendalami Proses Bukan Hasil

Sejauh mana kita biasa memaknai kondisi yang kita alami? Saat kesulitan misalnya. Apa hal pertama yang segera muncul di pikiran ketika kondisi tersebut terjadi? Hampir sebagian besar orang menyatakan kecewa, marah, sedih, atau jengkel. Sebaliknya, saat kejadian menyenangkan yang datang, hampir semua juga menyebut rasa bahagia, senang, gembira, dan sukacita.

Tak salah, semua itu memang manusiawi. Tapi, jika kemudian diajukan pertanyaan, mana yang paling sering terjadi, senang atau sedih? Jawabannya sangat relatif. Namun, jika kita coba telusuri lebih jauh, barangkali “jumlah” rasa senang dan sedih itu bisa jadi sangat berimbang. Tak ada senang yang terus-menerus. Tak ada pula yang sedih berkepanjangan. Sebagaimana yang sering saya sampaikan, sukses hari ini, bukan berarti sukses esok hari, gagal hari ini, bukan berarti gagal esok hari.

Thursday, 23 July 2015

Terima Kasih Atas Waktumu

 
Alkisah, Putera yang telah yatim sedari kecil, tinggal bersama sang bunda di sebuah rumah yang sederhana. Mereka bertetangga akrab dengan Pak Mansur yang tinggal sendiri di rumahnya yang luas. Dalam segala hal, masalah apa pun, Pak Mansur adalah konsultan terbaik bagi Putera.
 
Setelah lulus sekolah dan menikah, Putera dan keluarga kecilnya pindah ke kota. Dia begitu sibuk bekerja hingga tidak punya waktu untuk menemani istri dan anaknya, apalagi pulang kampung untuk bertandang ke tetangganya dulu.
 
Suatu hari, bunda mengabarkan berita duka bahwa Pak Mansur meninggal dunia dan akan dimakamkan 3 hari mendatang. Meski pekerjaan menumpuk, Putera memutuskan untuk pulang. Upacara pemakaman berlangsung sederhana dan sepi karena Pak Mansur tidak memiliki banyak kerabat.