Sunday, 10 August 2014

20 Sampah Yang Tidak Boleh Dibuang ke Tempat Sampah (1)

Mungkin terlintas dalam pikiranmu: mau buang sampah aja kok ribet banget, sih? Tinggal buang ke tempat sampah aja, beres ‘kan? Tapi ternyata nggak semua sampah bisa kita buang ke tempat sampah loh!
Ini karena beberapa jenis sampah yang ada dalam hidup kita sehari-hari dapat menimbulkan efek berbahaya jika dibuang tanpa penanganan khusus. Barang-barang apa aja memangnya? Simak yuk!

1. Baterai

Baterai bekas
Baterai bekas via blog.trashbackwards.com
Sampah baterai tergolong sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) karena mengandung logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel, dan lithium. Meskipun sudah tak bisa menyalakan barang elektronikmu, baterai tersebut tetap mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Ini berlaku untuk semua jenis baterai, termasuk baterai batu, baterai jam tangan, baterai lithium, sampai yang bisa diisi ulang.
Kalau kamu amati, pada bagian belakang baterai ponselmu tertera simbol tong sampah yang disilang. Itu salah satu tanda bahwa kita nggak boleh membuang sampah itu sembarangan. Bahan-bahan kimia yang terkandung pada baterai bisa meresap ke dalam tanah dan bercampur pada pasokan air tanah. Jika ini terus berlangsung, air yang kita pakai sehari-hari bisa teracuni, dan ini bisa berdampak serius bagi kesehatan manusia.
Lalu kemanakah kita harus membuangnya? Di Indonesia sendiri memang belum banyak tempat-tempat penampungan sampah baterai seperti di negara maju. Tapi kita bisa menyiasatinya dengan mengumpulkan lalu menyerahkannya pada para pengumpul sampah baterai. Pokoknya, jangan buang ke tempat sampah ya!

2. Lampu Neon

Lampu itu bermacam-macam jenisnya. Lampu pijar dan lampu halogen tidak mengandung senyawa yang berbahaya bagi makhluk hidup, sehingga boleh kamu buang ke tempat sampah. Tapi wajb diingat, jika lampu dalam keadaan pecah pastikan untuk memasukkannya ke dalam kotak kardus atau kertas terlebih dulu supaya tidak melukai pengumpul atau pemulung.
Sementara itu, lampu neon atau TL mengandung bahan kimia beracun. Dilarang keras untuk membuangnya ke tempat sampah begitu saja. Ketika lampu ini pecah, ia akan melepaskan merkuri. Buanglah sampah lampu ini ke pusat pengelolaan limbah berbahaya di dekat tempat tinggalmu.

3. Obat-obatan

Obat-obatan tak terpakai atau kadaluarsa
Obat-obatan tak terpakai atau kadaluarsa via winnipeg.ctvnews.ca
Kalau kamu punya obat-obatan yang udah kadaluarsa atau nggak kamu pakai lagi, jangan pernah membuangnya ke tempat sampah. Selain bahan kimia yang terkandung di dalamnya dapat berefek buruk bagi lingkungan, obat-obatan yang kamu buang itu juga bisa disalahgunakan oleh orang lain yang nggak bertanggung jawab. Untuk menghindari itu, lakukan hal ini:
  • Jika kamu punya sisa obat-obatan yang udah kadaluarsa, kamu bisa mengumpulkannya lalu memberikannya pada apotek atau rumah sakit. Disini obat-obatan akan dimusnahkan dengan cara yang aman.
  • Jika kamu punya obat-obatan yang masih bisa digunakan, kamu bisa menyumbangkannya pada yayasan amal yang sering mengadakan acara pengobatan gratis. Caveat: obat-obatan tersebut harus masih dalam keadaan yang baik.
  • Jika kamu punya sisa vitamin, kamu bisa menggunakannya sebagai pupuk. Kalau berbentuk kapsul, keluarkan dulu isinya. Kalau berbentuk tablet, hancurkan itu terlebih dulu. Setelah itu taburkan ke tanaman. Obat-obatan ini bisa menyuburkan tanaman.

4. Kaleng Semprotan Aerosol (Spray)

Kaleng semprotan spray
Kaleng aerosol via www.tempe.gov
Banyak produk-produk yang menggunakan kemasan kaleng semprotan, seperti obat nyamuk, pewangi ruangan, parfum, hairspray, dan cat. Kemasan semprotan ini selalu punya propellant yang ditekan, dan di dalamnya pasti ada bahan-bahan kimia berbahaya yang membuat kita tak bisa membuangnya sembarangan.
Beberapa produk aerosol itu juga sangat rentan terbakar dan meledak terkena benturan atau suhu panas. Ingat, di Indonesia kita masih sering melihat orang-orang yang membersihkan sampah dengan cara membakarnya. Bisa dibayangkan ‘kan apa jadinya kalau kamu sedang membakar sampah, dan tiba-tiba sampahmu meledak?

5.  Elektronik

Sampah elektronik
Sampah elektronik via urbansimplicity.net
Sampah barang elektronik seperti TV, DVD, kamera digital, komputer, printer, ponsel, radio, cartridge, charger dan yang lainnya nggak seharusnya berakhir di TPS umum. Limbah elektronik seperti ini harus kita simpan di gudang kita sendiri. Atau berikan pada tukang reparasi agar bisa didaur ulang kembali.
Limbah elektronik mengandung logam berat seperti kadmium dan timah. Sampah elektronik adalah penyebab utama polusi tanah dan air. Karena limbah-limbah seperti ini, tanah dan air jadi terkontaminasi dengan logam-logam berat yang beracun bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

6. Rambut

Haircut-Body
Tahukah kamu jika sampah atau limbah rambut itu bermanfaat? Jangan buru-buru dibuang ke tong sampah, lebih baik kumpulkan dan daur ulang. Rambut memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Oleh karena itu, limbah rambut bisa kita manfaatkan sebagai pupuk kompos. Menurut Vlatcho D. Zheljazkov, peneliti dari Mississippi State University, AS, penambahan 5%-10% potongan rambut pada media kompos bisa meningkatkan produktivitas tanaman hingga 10%!

7.  Minyak Goreng

Minyak goreng
Minyak goreng via dobrahrana.jutarnji.hr
Kalau selama ini kamu biasa membuang minyak goreng ke dalam saluran pembuangan air, setelah selesai membaca artikel ini jangan pernah lagi melakukan hal itu.
Minyak yang dibuang melalui saluran pembuangan air lama-kelamaan akan menjadi padat dan menjadi penyumbat. Selain itu, sisa-sisa minyak goreng ini bisa terbawa hingga sungai dan laut, dan pada akhirnya mencemari ekosistem. Ini tentu sangat berbahaya bagi makhluk hidup yang berhabitat disana.
Di Indonesia sendiri masih sedikit sekali kota yang punya sewerage system. Kamu tidak punya pilihan selain menyimpan limbah minyak goreng di dalam botol, membiarkannya mengendap, sebelum membuangnya ke tempat sampah. Botol itu akan mencegah endapan minyak goreng itu merusak lingkungan.

8. Cat

Kaleng bekas cat
Kaleng bekas cat via www.trashsociety.com
Kaleng-kaleng sisa cat dan bahan-bahan yang sudah terkontaminasi oleh cat sangat rentan untuk terbakar. Cat berbahan minyak, pernis, dempul, hingga pengencer minyak tergolong ke dalam limbah berbahaya; mereka juga mengandung bahan kimia yang mengancam manusia dan lingkungan.
Cat yang udah nggak terpakai lebih baik disumbangkan ke sekolah-sekolah atau organisasi sosial seperti Habitat For Humanity. Dengan cara ini, kamu bisa menyelamatkan lingkunganmu sekaligus membantu orang lain. Pahalanya besar lho!

9. Pupuk dan Herbisida

Obat-obatan tanaman berbahan kimia
Obat-obatan tanaman berbahan kimia via www.quirindigrain.com.au
Menggunakan pestisida, herbisida, dan pupuk yang mengandung banyak bahan kimia sangat mengerikan bagi lingkungan. Oleh karena itu sangat dianjurkan sekali kalau mulai sekarang kita menggantinya dengan produk-produk yang lebih ramah lingkungan. Tetapi kalau masih terpaksa harus menggunakan produk-produk yang berbahan kimia, setidaknya jangan membuang limbahnya ke tempat sampah.
Bahan kimia yang terkandung sudah pasti tergolong ke dalam limbah beracun. Cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan memberikannya pada orang lain yang masih bisa menggunakannya kembali. Atau bawalah ke tempat penampungan sampah yang bisa menangani sampah atau limbah berbahaya.

10. Korek gas

Lighter
Lighter via wbsm.com
Korek gas termasuk sampah yang mudah banget untuk terbakar. Apalagi korek yang di dalamnya masih terdapat sisa cairan gas. Sangat berbahaya jika kita melemparnya begitu aja ke dalam sampah, bisa-bisa terbakar kalau terkena panas. Sekali lagi ingat, di Indonesia masih banyak yang membersihkan sampah mereka dengan menyulutnya dengan api.
Berikan korek api bekasmu ke tukang isi ulang korek api agar bisa digunakan kembali.
sumber hipwee
bersambung....

No comments:

Post a Comment