Monday, 4 August 2014

Sengatan Kalajengking

 
Setiap Tahun Lebih dari satu juta kasus tersengat kalajengking di seluruh dunia yang dapat menyebabkan kematian. Walaupun angka kematian lebih rendah dibanding gigitan ular, tetapi tetap membahayakan khususnya bagi anak-anak.
Kebanyakan sengatan kalajengking menyebabkan nyeri yang terlokalisasi, dimana hanya kurang lebih 10% dari sengatan, walaupun itu dari kalajengking paling berbahaya. Bengkak, merah, baal atau semutan, otot bergetar dapat terjadi di daerah yang terkena sengatan. Keracunan yang menyebar lewat pembuluh darah paling sering terjadi pada anak-anak. Ditandai dengan kelainan saraf seperti saraf simpati dan parasimpatis, kelainan jantung, dan kelainan pada paru.
Jika yang terganggu saraf parasimpatis dapat terjadi produksi air ludah yang berlebihan, banyak mengeluarkan keringat dan air mata, pupil mengecil, diare, muntah, tekanan darah turun, produksi lendir saluran napas bertambah. Jika saraf simpatis yang terganggu menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah tinggi, cemas, gula darah naik, dan demam.
Pengobatan spesifik dengan menyuntikan antiracun kalajengking yang dikombinasikan dengan pengobatan suportif untuk menghilangkan gejala, seperti dobutamin pada pasien yang jantungnya keracunan, benzodiazepine pada pasien yang mengalami kejang otot. Nyeri yang terjadi di daerah sengatan dapat diberikan acetaminophen atau paracetamol dan obar antiperadangan lainnya. Jika terjadi keracunan yang berat menyuntikan antiracun pun tidak begitu efektif karena dapat dengan cepat racun membuat jantung berhenti.  
sumber NEJM

No comments:

Post a Comment