Seorang karyawan swasta bernama Hannah Page (22), dari Taunton,
Somerset, Inggris, mengaku menghabiskan uang sebanyak 8.000
poundsterling atau lebih kurang Rp 158 juta untuk merekonstruksi
bibirnya agar lebih merekah dan seksi.
Semenjak lima tahun silam, Page memang telah keranjingan bedah
kosmetik. Saat usianya baru 17 tahun, ia telah “mengubah” bentuk hidung
dan mengeluarkan biaya sebesar 31.000 poundsterling atau lebih kurang Rp
610 juta.
Kemudian, rangkaian “petualangan” Page dengan bedah kosmetik terus
berlanjut dengan “memperbaiki” bibirnya. Setiap hari ia wajib
menyuntikkan cairan filler sebanyak 3,5 sendok makan dan melalui 16 prosedur operasi kosmetik yang diakuinya sangat menyakitkan.
Hingga sekarang, dirinya mengaku telah menjalani 87 prosedur yang
terdiri dari empat bedah kosmetik hidung, botox, sedot lemak, dan
operasi membesarkan payudara.
Selain membuat tubuhnya merana dan kesakitan, hobi ekstrem Page ini
juga menguras tabungan dan membuatnya berutang kepada teman serta sanak
saudara. Namun demikian, Page tidak kunjung kapok.
"Selama bibirku terlihat bagus, aku tak peduli. Meskipun sekarang aku
berutang, aku tidak khawatir dengan keuangan karena aku hanya berpikir,
jika Anda menginginkan sesuatu, Anda harus mencapainya, tak peduli
berapa biayanya," ujarnya.
Sekarang, Page berharap pengalaman dan hasil dari bedah plastiknya
ini dapat membawanya menjadi seorang bintang untuk serial televisi,
seperti Made in Chelsea dan The Real Housewives of London. Tujuannya, tentu saja agar bisa melunasi seluruh utangnya yang telah menggunung.
Mungkin saja harapannya tersebut akan terpenuhi dalam beberapa waktu
dekat ini. Sebab, sekarang, publik dan media di Inggris telah
menjulukinya "The Nation's Biggest Trout Pout".
Sekadar informasi, trout pout merupakan julukan untuk wanita atau pria yang memiliki bibir bengkak, gemuk, dan merekah sebagai hasil dari operasi plastik.
Seorang dokter ahli bedah berkomentar bahwa tindakan Page sudah
berlebihan. Hal yang demikian sama sekali tidak dianjurkan untuk para
wanita dan generasi muda. Sebab, bedah plastik yang berlebihan bisa
menyebabkan risiko permanen. Meski demikian, Page mengaku sama sekali
tak peduli. Page mendeskripsikan tubuhnya sebagai sebuah work of art yang patut diapresiasi.
sumber kompas
No comments:
Post a Comment